Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Rick Sanchez, jurnalis Amerika, dalam kajiannya mengenai kemampuan operasional militer Amerika Serikat dalam menghadapi Iran, mengklaim bahwa laju pengeboman terbaru Washington tidak memiliki daya tahan jangka panjang.
Ia memperkirakan bahwa dengan pola konsumsi amunisi saat ini, Amerika kemungkinan hanya memiliki kemampuan sekitar 30 hari lagi untuk melanjutkan operasi pada level seperti sekarang, sebelum kemudian menghadapi kekurangan senjata yang parah.
Jurnalis tersebut menyebut pengiriman senjata secara besar-besaran ke Ukraina dan berbagai wilayah lain di dunia sebagai penyebab kondisi krisis ini. Ia menegaskan: “Kita akan kehabisan senjata, karena kita memang sudah tidak punya apa-apa lagi.”
Dalam bagian lain analisisnya, Sanchez menyinggung korupsi sistemik dalam industri pertahanan Amerika. Ia menuduh para kontraktor militer selama beberapa dekade telah menipu pemerintah dan rakyat Amerika dengan menerima dana sangat besar untuk menghasilkan jumlah produk yang terbatas.
Dengan membandingkan biaya perang, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat berada dalam sebuah “permainan yang kalah”. Sebab, ketika Washington menghabiskan jutaan dolar untuk memproduksi setiap pencegat Patriot, Iran memproduksi drone dengan harga yang jauh lebih rendah, berkisar antara 8 hingga 20 ribu dolar. Perbedaan ini secara tajam mengubah keseimbangan biaya menjadi berpihak kepada Teheran.
Pada bagian akhir, Rick Sanchez memperingatkan bahwa Amerika Serikat sudah sangat tertinggal dalam medan ini. Ia menegaskan bahwa “waktu berpihak kepada Iran, dan situasi ini sama sekali tidak akan menguntungkan Donald Trump.”
Komentar Anda